Selasa, 10 Desember 2019

contoh Artikel

PERANAN DAKWAH DILINGKUNGAN PELAJAR

MAN 1 KEPAHIANG
Kaprawi Rahim

A.    Latar Belakang

Madrasah Aliyah Negeri 1 Kepahiang merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berada di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. Madrasah ini terletak di Kecamatan Merigi Kelurahan Durian Depun. Sebagai salah satu lembaga pendidikan yang bernuansa Islami, sudah merupakan kewajiban dewan guru untuk mendidik serta mengarahkan siswa/siswi Madrasah Aliyah Negeri 1 Kepahiang kepada jalan yang benar serta membekalinya dengan ilmu-ilmu umum dan ilmu Agama.

Sebagaimana kita ketahui  di era globalisasi saat ini yang ditandai dengan berkembang pesatnya kemajuan zaman serta teknologi informasi dan komunikasi,  banyak sekali hal-hal yang dapat mempengaruhi pola pikir para pelajar kearah jalan yang buruk serta dapat merusak masa depan yang mereka cita-citakan selama ini, hal-hal yang bisa mempengaruhi para pelajar tersebut seperti kecanduan Narkoba, merokok, pacaran dan teknologi.

Jika hal ini tidak diperhatikan secara mendalam oleh orang tua dan guru yang mendidiknya, maka masa depan suram telah menanti para pelajar Indonesia, tidak terkecuali siswa/siswi Madrasah Aliyah Negeri 1 Kepahiang juga bisa mengalami hal tersebut. Namun disisi lain kita patut berbangga kepada para dewan guru Madrasah Aliyah Negeri 1 Kepahiang, karena mereka senantiasa mendidik serta mengarahkan para siswa dan siswi nya kepada ilmu-ilmu agama.

Hal ini bisa kita buktikan dengan melihat secara langsung kegiatan pelaksanaan upacara bendera setiap hari senin, dimana salah satu dari petugas upacara bendera bertindak sebagai Da’i muda atau penceramah, untuk memberikan nasehat dan siraman rohani kepada para siswa/siswi serta dewan guru Madrasah Aliyah Negeri 1 Kepahiang dengan rentan waktu hanya beberapa menit saja, atau yang sering kita sebut dengan kultum. Program Da’i di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri 1 Kepahiang ini merupakan program pemberdayaan elemen para pelajar di bidang pendidikan khususnya di bidang keagamaan.

Mengingat pentingnya pemahaman ilmu umum dan ilmu agama bagi para pelajar serata dewan guru dilingkungan Maadrasah Aliyah Negeri 1 Kepahiang, memberikan motivasi tersendiri bagi saya untuk membuat sebuah karya ilmiah dengan judul “Peranan Dakwah di Lingkungan Pelajar Madrasah Aliyah Negeri 1 Kepahiang”. Tentunya dengan harapan bermanfaat bagi saya pribadi serta para teman-teman yang membacanya.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Peranan Dakwah di MAN 1 Kepahiang
2.      Apa Tujuan Dari Dakwah di MAN 1 Kepahiang
3.      Mengapa Dakwah Penting Dilakukan

C.      Tujuan Penelitian
1.      Untuk Mengetahui Peranan Dakwah di MAN 1 Kepahiang
2.      Untuk Mengetahui Tujuan Dakwah di MAN 1 Kepahiang
3.      Untuk Mengetahui Pentingnya Dakwah

D.     Landasan Teori
Dakwah pada dasarnya meliputi berbagai aspek kegiatan, seperti maslah sosial, budaya, pendidikan, dan sebagainya. Oleh karena itu dakwah di pandang penting sebagai suatu kegiatan untuk meningkatkan syiar Islam dan kehidupan  beragama dalam masyarakat. Dakwah merupakan aktivitas untuk mengajak manusia agar mendapat kebahagian di dunia dan akhirat. Aktivitas dakwah yang maju akan membawah pengaruh terhadap kemajuan agama, sebaliknya aktivitas dakwah yang lesu akan berakibat kemunduran agama.

Ditinjau dari segi bahasa, dakwah berasal dari bahasa Arab “da’wah”. Da’wah mempunyai tiga huruf asal, yaitu dal, ‘ain, dan wawu. Dari ketiga huruf asal ini,  terbentuk beberapa kata dengan ragam makna. Makna-makna tersebut adalah memanggil, mengundang, minta tolong, meminta, memohon, menanamkan, menyuruh datang, mendorong, menyebabkan, mendatangkan, mendoakan, menangisi dan meratapi (Ahmad Warson Munawir, 1997:406). [1]
Sedangkan menurut para ahli ada beberapa  pengertian dakwah yaitu:

1.      Abu Bakar Zakaria
“Usaha para ulama dan orang-orang yang memiliki pengetahuan agama Islam untuk  memberikan pengajaran kepada khalayak umum sesuai dengan kemampuan yang dimiliki tentang hal-hal yang mereka butuhkan dalam urusan dunia dan keagamaan”.
2.      Syekh Muhamad al-Khadir Husain
“Menyeru kepada manusia kepada kebajikan dan petunjuk serta menyuruh kepada kebajikan dan melarang kemungkaran aar mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat”.
3.      Masdar Helmy
“Mengajak dan menggerakan manusia agar menaati ajagran-ajaran Allah (Islam), termasuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar untuk bisa memperoleh kebahagiaan didunia dan akhirat”.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dakwah merupakan perbuatan serta kewajiban setiap orang muslim untuk menyeru serta mengajak seluruh manusia kepada jalan yang baik dan diridohi oleh Allah SWT,  agar kita tidak terjerumus kepada keburukan serta kehancuran yang dapat mengantarkan kita kepada neraka. Oleh karenanya, sebagai suatu kewajiban dakwah merupakan tanggungjawab kita untuk kita emban serta kita aplikasikan dalam kehidupan kita.

Hal inilah yang membuat saya mengambil judul diatas, karena dakwah itu  sendiri cakupannya sangat luas, dimana kegiatan ini tidak ada batasan sama sekali baik dilingkungan masyarakat, remaja, lembaga atau instansi-instansi yang ada, bahkan dakwah ini tidak hanya tertuju kepada orang Islam saja, melainkan kepada seluruh umat manusia baik yang beragama Islam maupun non Islam tidak terkecuali dakwah juga memiliki peran yang sangat besar serta suatu hal yang perlu disebarluaskan dilingkungan para pelajar, mengingat masa yang silih berganti dengan kemajuan teknologi yang bisa mempengaruhi pola pikir para  pelajar mengarah kejalan yang dapat menyebabkan mereka terjerumus kejurang kehancuran yang bisa merusak masa depan mereka nantinya.

Dakwah Islam adalah tugas suci yang dibebankan kepada setiap muslim dimana saja berada, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW., dakwah Islam bertujuan untuk memancing dan mengharapkan potensi fitri manusia agar eksistensi mereka punya makna dihadapan Tuhan dan sejarah.[2] Dakwah Islam meliputi wilayah yang luas dalam semua aspek kehidupan. Ia memiliki ragm bentuk, metode, media, pesan, pelaku dan mitra dakwah.

Manusia merupakan makhluk sosial yang senantiasa berhubungan dengan makhuk lain. Biasanya setiap pihak mempunyai perangkat peranan tertentu (set of roles). Peranan dalam kehidupan social pendidikan merupakan suatu istilah yang mengacu kepada aspek status dan hubngannya dengan posisi lainnya. Peranan juga diartikan pelaksanaan terhadap hak dan kewajiban seorang individu. Soerjono (1990:26) menjelaskan apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajiaban sesuai dengan kedudukannya maka ia telah menjalankan suatu peranan.[3]

Kita sendiri tidak bisa terlepas dari kegiatan dakwah, baik sebagai pendakwah maupun mitra dakwah. Apapun yang berkaitan dengan Islam, kita pastikan ada unsur dakwahnnya. Sebagaiman kita ketahui di era globalisasi saat ini tantangan masa depan semakin besar terutama bagi para pelajar, banyak sekali kasus-kasus yang terjadi kerap menimpah para pelajar, seperti terjadinya tawuran, minum-minuman keras, geng motor, narkoba serta pergaulan remaja yang semakin jauh dari nilai-nilai Islami. Jika dicermati secara lebih mendalam, era globalisasi yang terjadi sekarang ini, tidak hanya memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan namun juga telah memberikan dampak-dampak negative dalam kehidupan umat manusia. Globalisasi telah menjadikan seluruh aspek tergucang dahsyat sehingga daya adatif sebagai suatu bangsa dalam suatu system sangat terpengaruh oleh perubahan yang sangat cepat.

Globalisasi dengan segala aspek keterburukan dan liberalisasi yang bergulir cendrung mengabaikan batas-batas nilai budaya dan karakter suatu bangsa. Menipisnya nilai-nilai budaya ini secara perlahan-lahan terjadinya proses pengikisan terhadap nasionalisme karakter yang menjadi identitas suatu bangsa. Salah satu dampak dari kemajuan zaman adalah arus globalisai dan modernsasi, pasti membawah pengaruh dan perubahan pada struktur social dan individu. Perubahan juga terjadi dari segi akhlak dan perilaku manusia yang sudah mulai jauh meninggalkan kaedah-kaeda adat dan agama yang biasa dijunjung tinggi.

Berdasarkan bebrapa tantangan dan peluang pada era globalisasi di atas, maka di perlukan untuk mencari pendekatan-pendekatan yang tepat agar nilai-nilai luhur dari budaya dan agama tidak tergusur dan terkikis oleh derasnya arus globalisasi yang semakin gencar. Jika sekiranya tidak adanya pendekatan-pendekatan atau formula-formula yang jelas maka di kuatirkan batas-batas dan nilai-nilai luhur dari budaya dan agama yang dimiliki bangsa akan tergilas dan terkikis oleh polarisasi hegemonik yang didominasi oleh kekuatan Negara besar. Nilai-nilai kultur bisa hilang dan berganti dengan budaya global yang belum tentu cocok dengan nilai-nilai budaya bangsa.

Oleh karena itu, hal ini haruslah menjadi perhatian kita bersama, agar jangan sampai generasi muda yang menjadi harapan bangsa kedepan, tidak terjerumus kepada hal-hal yang bisa merusak masa depan mereka,  terutama hal ini menyangkut masa depan bangsa kita yang akan datang. Melihat situsai yang terjadi saat ini, maka kita perlu memahami bahwa dakwah merupakan hal yang sangat penting untuk kita lakukan, baik dalam lingkungan masyarakat umum, lembaga pemasyarakatan, lembaga pendidikan, serta  yang paling penting adalah dilingkungan para pelajar.

Dengan demikian kegiatan dakawah memiliki peran yang sangat penting untuk membangun jiwa para pelajar di Indonesia, agar mereka bisa  melanjutkan perjuangan dalam tujuan mencapai cita-cita yang mereka impikan selama ini. Masa nuda merupakan masa dimana para remaja lebih mengutamakan kepentingannya masing-masing, oleh karena  itu kegiatan dakwah harus senantiasa kita lakukan agar para remaja terutama para pelajar tidak terlalu jauh menelan benih-benih kehancuran masa depan mereka yang akan datang.

Kegiatan dakwah ini sendiri bukan hanya berceramah, khotbah, pengajian, majlis ta’lim saja, melainkan dakwah juga bisa dilakukan melalui media cetak, media elektronik seperti berbentuk tulisan, bultien, serta  bisa juga dengan menggunakan media sosial. Dengan demikian kegiatan dakwah bisa tersebar secara menyeluruh. Jadi dapat disimpulkan bahwa Dakwah merupakan suatu kewajiban bagi kita selaku umat Islam, kegiatan dakwah bisa dilakukan melalui berbagai cara seperti ceramah, khotbah, pengajian, serta bisa juga dengan menggunakan media elektronik dan media masa seperti via facebook, tuwiter, koran, majalah, bueltin dan sebagainya. Melihat pentingnya dakwah di zaman sekarang ini maka kita benar-benar dituntut agar bisa menyebarluaskan nilai-nilai keislaman dilingkungan para remaja, anak muda, serta yang paling utama mengacu kepada para pelajar.

Di era globalisasi saat ini kegiatan dakwah sangat penting kita lakukan, mengingat perkembangan zaman yang sangat pesat dan tidak dapat dibendung lagi, sebagai mana kita ketahui dengan berkembangnya kemajuan teknologi di era globalisasi saat ini memiliki pengaruh yang sangat besar kepada para remaja terutama para pelajar. Dengan demikian kegiatan dakwah harus selalu kita lakukan untuk mencegah hal-hal yang buruk agar tidak sampai merusak tatanan para generasi mudah terutama para remaja dan pelajar bangsa indonesia.

E.      Manfaat Penelitian

1.      Di harapkan penelitian ini dapat memberikan masukan kepada para pelajar akan pentinganya dakwah di lingkuangan pelajar
2.      Memberikan masukan kepada dewan guru agar memperhatikan perkembangan dakwah di lingkup pelajar
3.      Memberikan pemahaman kepada para pembaca untuk meingkatkan dakwah dilingkungan pelajar

F.      Metode Penelitian

Pada penelitian ini digunakan Metodelogi dengan pendekatan kualitatif, yang mempunyai karakteristik alami sebagai sumber data langsung, deskriptif, proses lebih dipentingkan dari pada hasil, analisis dalam penelitian kulitatif cenderung dilakukan secara analisa induktif serta makna merupakan hal yang esensial. Dalam hal ini penelitian yang digunakan yakni penelitian studi kasus, yaitu suatu penelitian yang dilaksanakan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan dakwah di lingkungan pelajar MAN 1 Kepahiang.

Penelitian ini beralokasikan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kepahiang karena di dasarkan pada pertimbangan yaitu, Madrasah Aliyah Negeri 1 Kepahiang adalah sekolah menengah atas yang bernuansah Islami, sehingga ini sangat membantu bagi perkembangan dakwah di lingkungan para pelajar. Sumber data utama dalam penelitian ini yaitu kata-kata dan tindakan.  Dengan demikian sumber data dalam penelitian ini berupa kata-kata dan tindakan sebagai sumber utama.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wancana observasi, serta dokumentasi. Sebab bagi peneliti kualitatif fenomena dapaat dimengerti maksudnya secara baik, jika dilakukan interaksi dengan subyek melalui wawancara mendalam dan observasi pada latar. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif, jadi dalam analisis data selama di lapangan peneliti menggunakan tehnik yang di sesuaikan dengan tahapan dalam penelitian. Kemudian peneliti melakukan wawancara kepada informan serta mencatat hasil wawancara yang dilakukan dengan cara menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Setelah itu perhatian peneliti pada obyek penelitian mulai mengajukan pertanyaan deskriptif, dilanjutkan dengan analisis terhadap hasis wawancara.




[1] Prof.Dr.Muh.Ali Aziz, M.Ag. Ilmu Dakwah hal: 6
[2] Drs. H. Munzier Suparta, M.A dan H. Harjahi Hefni, Lc,.M.A Metode dakwah hal 4
[3] Jurnal Dakwah uin-suka vol XVI No. 2 Tahun 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OPINI "Internet Sebagai Sarana Risalah Dakwah"

  “INTERNET SEBAGAI SARANA RISALAH DAKWAH” Oleh: Kaprawi Rahim (Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Bengkulu) kaprawirahim...