PERANAN DAKWAH DILINGKUNGAN PELAJAR
MAN 1 KEPAHIANG
Kaprawi Rahim
IAIN BENGKULU kaprawirahim07@gmail.com
A.
Latar Belakang
Madrasah
Aliyah Negeri 1 Kepahiang merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berada di
Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. Madrasah ini terletak di Kecamatan
Merigi Kelurahan Durian Depun. Sebagai salah satu lembaga pendidikan yang
bernuansa Islami, sudah merupakan kewajiban dewan guru untuk mendidik serta
mengarahkan siswa/siswi Madrasah Aliyah Negeri 1 Kepahiang kepada jalan yang
benar serta membekalinya dengan ilmu-ilmu umum dan ilmu Agama.
Sebagaimana
kita ketahui di era globalisasi saat ini
yang ditandai dengan berkembang pesatnya kemajuan zaman serta teknologi
informasi dan komunikasi, banyak sekali hal-hal
yang dapat mempengaruhi pola pikir para pelajar kearah jalan yang buruk serta dapat
merusak masa depan yang mereka cita-citakan selama ini, hal-hal yang bisa
mempengaruhi para pelajar tersebut seperti kecanduan Narkoba, merokok, pacaran
dan teknologi.
Jika
hal ini tidak diperhatikan secara mendalam oleh orang tua dan guru yang
mendidiknya, maka masa depan suram telah menanti para pelajar Indonesia, tidak
terkecuali siswa/siswi Madrasah Aliyah Negeri 1 Kepahiang juga bisa mengalami
hal tersebut. Namun disisi lain kita patut berbangga kepada para dewan guru
Madrasah Aliyah Negeri 1 Kepahiang, karena mereka senantiasa mendidik serta
mengarahkan para siswa dan siswi nya kepada ilmu-ilmu agama.
Hal
ini bisa kita buktikan dengan melihat secara langsung kegiatan pelaksanaan
upacara bendera setiap hari senin, dimana salah satu dari petugas upacara
bendera bertindak sebagai Da’i muda atau penceramah, untuk memberikan nasehat
dan siraman rohani kepada para siswa/siswi serta dewan guru Madrasah Aliyah
Negeri 1 Kepahiang dengan rentan waktu hanya beberapa menit saja, atau yang
sering kita sebut dengan kultum. Program Da’i di lingkungan
Madrasah Aliyah Negeri 1 Kepahiang ini merupakan program pemberdayaan
elemen para pelajar di bidang pendidikan khususnya di bidang keagamaan.
Mengingat
pentingnya pemahaman ilmu umum dan ilmu agama bagi para pelajar serata dewan
guru dilingkungan Maadrasah Aliyah Negeri 1 Kepahiang, memberikan motivasi
tersendiri bagi saya untuk membuat sebuah karya ilmiah dengan judul “Peranan
Dakwah di Lingkungan Pelajar Madrasah Aliyah Negeri 1 Kepahiang”. Tentunya
dengan harapan bermanfaat bagi saya pribadi serta para teman-teman yang
membacanya.
B.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana Peranan Dakwah di MAN 1 Kepahiang
2. Apa Tujuan Dari Dakwah di MAN 1 Kepahiang
3. Mengapa Dakwah Penting Dilakukan
C.
Tujuan Penelitian
1. Untuk Mengetahui Peranan Dakwah di MAN 1 Kepahiang
2. Untuk Mengetahui Tujuan Dakwah di MAN 1 Kepahiang
3. Untuk Mengetahui Pentingnya Dakwah
D.
Landasan Teori
Dakwah
pada dasarnya meliputi berbagai aspek kegiatan, seperti maslah sosial, budaya,
pendidikan, dan sebagainya. Oleh karena itu dakwah di pandang penting sebagai
suatu kegiatan untuk meningkatkan syiar Islam dan kehidupan beragama dalam masyarakat. Dakwah merupakan
aktivitas untuk mengajak manusia agar mendapat kebahagian di dunia dan akhirat.
Aktivitas dakwah yang maju akan membawah pengaruh terhadap kemajuan agama,
sebaliknya aktivitas dakwah yang lesu akan berakibat kemunduran agama.
Ditinjau
dari segi bahasa, dakwah berasal dari bahasa Arab “da’wah”. Da’wah
mempunyai tiga huruf asal, yaitu dal, ‘ain, dan wawu. Dari ketiga
huruf asal ini, terbentuk beberapa kata
dengan ragam makna. Makna-makna tersebut adalah memanggil, mengundang, minta
tolong, meminta, memohon, menanamkan, menyuruh datang, mendorong, menyebabkan,
mendatangkan, mendoakan, menangisi dan meratapi (Ahmad Warson Munawir,
1997:406). [1]
Sedangkan
menurut para ahli ada beberapa pengertian dakwah yaitu:
1. Abu Bakar Zakaria
“Usaha para ulama dan orang-orang yang memiliki pengetahuan agama Islam
untuk memberikan pengajaran kepada
khalayak umum sesuai dengan kemampuan yang dimiliki tentang hal-hal yang mereka
butuhkan dalam urusan dunia dan keagamaan”.
2. Syekh Muhamad al-Khadir Husain
“Menyeru kepada manusia kepada kebajikan dan petunjuk serta menyuruh
kepada kebajikan dan melarang kemungkaran aar mendapat kebahagiaan dunia dan
akhirat”.
3. Masdar Helmy
“Mengajak dan menggerakan manusia agar menaati ajagran-ajaran Allah
(Islam), termasuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar untuk bisa
memperoleh kebahagiaan didunia dan akhirat”.
Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa dakwah merupakan perbuatan serta kewajiban
setiap orang muslim untuk menyeru serta mengajak seluruh manusia kepada jalan
yang baik dan diridohi oleh Allah SWT,
agar kita tidak terjerumus kepada keburukan serta kehancuran yang dapat
mengantarkan kita kepada neraka. Oleh karenanya, sebagai suatu kewajiban dakwah
merupakan tanggungjawab kita untuk kita emban serta kita aplikasikan dalam
kehidupan kita.
Hal inilah yang membuat saya mengambil judul diatas, karena dakwah itu sendiri cakupannya sangat luas, dimana kegiatan ini tidak ada batasan sama sekali baik dilingkungan masyarakat, remaja, lembaga atau instansi-instansi yang ada, bahkan dakwah ini tidak hanya tertuju kepada orang Islam saja, melainkan kepada seluruh umat manusia baik yang beragama Islam maupun non Islam tidak terkecuali dakwah juga memiliki peran yang sangat besar serta suatu hal yang perlu disebarluaskan dilingkungan para pelajar, mengingat masa yang silih berganti dengan kemajuan teknologi yang bisa mempengaruhi pola pikir para pelajar mengarah kejalan yang dapat menyebabkan mereka terjerumus kejurang kehancuran yang bisa merusak masa depan mereka nantinya.
Dakwah
Islam adalah tugas suci yang dibebankan kepada setiap muslim dimana saja
berada, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW.,
dakwah Islam bertujuan untuk memancing dan mengharapkan potensi fitri manusia
agar eksistensi mereka punya makna dihadapan Tuhan dan sejarah.[2]
Dakwah Islam meliputi wilayah yang luas dalam semua aspek kehidupan. Ia
memiliki ragm bentuk, metode, media, pesan, pelaku dan mitra dakwah.
Manusia merupakan makhluk sosial yang senantiasa berhubungan dengan makhuk lain. Biasanya setiap pihak mempunyai perangkat peranan tertentu (set of roles). Peranan dalam kehidupan social pendidikan merupakan suatu istilah yang mengacu kepada aspek status dan hubngannya dengan posisi lainnya. Peranan juga diartikan pelaksanaan terhadap hak dan kewajiban seorang individu. Soerjono (1990:26) menjelaskan apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajiaban sesuai dengan kedudukannya maka ia telah menjalankan suatu peranan.[3]
Kita sendiri tidak bisa terlepas dari kegiatan dakwah, baik sebagai pendakwah maupun mitra dakwah. Apapun yang berkaitan dengan Islam, kita pastikan ada unsur dakwahnnya. Sebagaiman kita ketahui di era globalisasi saat ini tantangan masa depan semakin besar terutama bagi para pelajar, banyak sekali kasus-kasus yang terjadi kerap menimpah para pelajar, seperti terjadinya tawuran, minum-minuman keras, geng motor, narkoba serta pergaulan remaja yang semakin jauh dari nilai-nilai Islami. Jika dicermati secara lebih mendalam, era globalisasi yang terjadi sekarang ini, tidak hanya memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan namun juga telah memberikan dampak-dampak negative dalam kehidupan umat manusia. Globalisasi telah menjadikan seluruh aspek tergucang dahsyat sehingga daya adatif sebagai suatu bangsa dalam suatu system sangat terpengaruh oleh perubahan yang sangat cepat.
Globalisasi dengan segala aspek keterburukan dan liberalisasi yang bergulir cendrung mengabaikan batas-batas nilai budaya dan karakter suatu bangsa. Menipisnya nilai-nilai budaya ini secara perlahan-lahan terjadinya proses pengikisan terhadap nasionalisme karakter yang menjadi identitas suatu bangsa. Salah satu dampak dari kemajuan zaman adalah arus globalisai dan modernsasi, pasti membawah pengaruh dan perubahan pada struktur social dan individu. Perubahan juga terjadi dari segi akhlak dan perilaku manusia yang sudah mulai jauh meninggalkan kaedah-kaeda adat dan agama yang biasa dijunjung tinggi.
Berdasarkan
bebrapa tantangan dan peluang pada era globalisasi di atas, maka di perlukan
untuk mencari pendekatan-pendekatan yang tepat agar nilai-nilai luhur dari
budaya dan agama tidak tergusur dan terkikis oleh derasnya arus globalisasi
yang semakin gencar. Jika sekiranya tidak adanya pendekatan-pendekatan atau
formula-formula yang jelas maka di kuatirkan batas-batas dan nilai-nilai luhur
dari budaya dan agama yang dimiliki bangsa akan tergilas dan terkikis oleh
polarisasi hegemonik yang didominasi oleh kekuatan Negara besar. Nilai-nilai
kultur bisa hilang dan berganti dengan budaya global yang belum tentu cocok
dengan nilai-nilai budaya bangsa.
Oleh
karena itu, hal ini haruslah menjadi perhatian kita bersama, agar jangan sampai
generasi muda yang menjadi harapan bangsa kedepan, tidak terjerumus kepada
hal-hal yang bisa merusak masa depan mereka,
terutama hal ini
menyangkut masa depan bangsa kita yang akan datang. Melihat situsai yang
terjadi saat ini, maka kita perlu memahami bahwa dakwah merupakan hal yang
sangat penting untuk kita lakukan, baik dalam lingkungan masyarakat umum,
lembaga pemasyarakatan, lembaga pendidikan, serta yang paling penting adalah dilingkungan para
pelajar.
Dengan
demikian kegiatan dakawah memiliki peran yang sangat penting untuk membangun
jiwa para pelajar di Indonesia, agar mereka bisa melanjutkan perjuangan dalam tujuan mencapai
cita-cita yang mereka impikan selama ini. Masa nuda merupakan masa dimana para
remaja lebih mengutamakan kepentingannya masing-masing, oleh karena itu kegiatan dakwah harus senantiasa kita
lakukan agar para remaja terutama para pelajar tidak terlalu jauh menelan
benih-benih kehancuran masa depan mereka yang akan datang.
Kegiatan
dakwah ini sendiri bukan hanya berceramah, khotbah, pengajian, majlis ta’lim
saja, melainkan dakwah juga bisa dilakukan melalui media cetak, media
elektronik seperti berbentuk tulisan, bultien, serta bisa juga dengan menggunakan media sosial.
Dengan demikian kegiatan dakwah bisa tersebar secara menyeluruh. Jadi dapat
disimpulkan bahwa Dakwah merupakan suatu kewajiban bagi kita selaku umat Islam,
kegiatan dakwah bisa dilakukan melalui berbagai cara seperti ceramah, khotbah,
pengajian, serta bisa juga dengan menggunakan media elektronik dan media masa
seperti via facebook, tuwiter, koran, majalah, bueltin dan sebagainya. Melihat
pentingnya dakwah di zaman sekarang ini maka kita benar-benar dituntut agar bisa
menyebarluaskan nilai-nilai keislaman dilingkungan para remaja, anak muda,
serta yang paling utama mengacu kepada para pelajar.
Di
era globalisasi saat ini kegiatan dakwah sangat penting kita lakukan, mengingat
perkembangan zaman yang sangat pesat dan tidak dapat dibendung lagi, sebagai
mana kita ketahui dengan berkembangnya kemajuan teknologi di era globalisasi
saat ini memiliki pengaruh yang sangat besar kepada para remaja terutama para
pelajar. Dengan demikian kegiatan dakwah harus selalu kita lakukan untuk
mencegah hal-hal yang buruk agar tidak sampai merusak tatanan para generasi
mudah terutama para remaja dan pelajar bangsa indonesia.
E.
Manfaat Penelitian
1. Di harapkan penelitian ini dapat memberikan masukan kepada para pelajar
akan pentinganya dakwah di lingkuangan pelajar
2. Memberikan masukan kepada dewan guru agar memperhatikan perkembangan
dakwah di lingkup pelajar
3. Memberikan pemahaman kepada para pembaca untuk meingkatkan dakwah
dilingkungan pelajar
F. Metode
Penelitian
Pada
penelitian ini digunakan Metodelogi dengan pendekatan kualitatif, yang
mempunyai karakteristik alami sebagai sumber data langsung, deskriptif, proses
lebih dipentingkan dari pada hasil, analisis dalam penelitian kulitatif
cenderung dilakukan secara analisa induktif serta makna merupakan hal yang
esensial. Dalam hal ini penelitian yang digunakan yakni penelitian studi kasus,
yaitu suatu penelitian yang dilaksanakan untuk mempelajari secara intensif
tentang latar belakang keadaan dakwah di lingkungan pelajar MAN 1 Kepahiang.
Penelitian
ini beralokasikan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kepahiang karena di dasarkan pada
pertimbangan yaitu, Madrasah Aliyah Negeri 1 Kepahiang adalah sekolah menengah
atas yang bernuansah Islami, sehingga ini sangat membantu bagi perkembangan
dakwah di lingkungan para pelajar. Sumber data utama dalam penelitian ini yaitu
kata-kata dan tindakan. Dengan demikian
sumber data dalam penelitian ini berupa kata-kata dan tindakan sebagai sumber
utama.
Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wancana observasi, serta
dokumentasi. Sebab bagi peneliti kualitatif fenomena dapaat dimengerti
maksudnya secara baik, jika dilakukan interaksi dengan subyek melalui wawancara
mendalam dan observasi pada latar. Analisis data dalam penelitian ini
menggunakan analisis data kualitatif, jadi dalam analisis data selama di
lapangan peneliti menggunakan tehnik yang di sesuaikan dengan tahapan dalam
penelitian. Kemudian peneliti melakukan wawancara kepada informan serta
mencatat hasil wawancara yang dilakukan dengan cara menyusun secara sistematis
data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi.
Setelah itu perhatian peneliti pada obyek penelitian mulai mengajukan
pertanyaan deskriptif, dilanjutkan dengan analisis terhadap hasis wawancara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar