“INTERNET SEBAGAI SARANA RISALAH DAKWAH”
Oleh: Kaprawi Rahim
(Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN
Bengkulu)
Kemajuan zaman membawa perubahan yang sangat besar bagi manusia di seluruh
penjuru dunia. Hidup kita di era digital masa kini selalu diwarnai dengan
kecanggihan teknologi yang mampu mengubah semua tatanan kehidupan manusia dari
yang tiada menjadi ada, dari yang jauh mejadi dekat, dari semuala tidak mungkin
menjadi mungkin.
Disadari atau tidak bahwa perkembangan teknologi yang disebut internet,
telah merubah pola interaksi masyarakat. Internet telah memberikan kontribusi
yang demikian besar bagi masyarakat dari kalangan melarat hingga para
konglomerat, dari masyarakat kecil hingga para pejabat, dan bagi semua manusia
dimuka bumi ini. Hadirnya Internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi
sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi
yang dibutuhkan oleh masyarakat salah satu nya pengetahuan agama.
Berdasarkan data yang dilansir dari Tekonia.com melalui laporan digital
oleh We Are Social, pada tahun 2020 ini tercatat pengguna internet sudah
mencapai 4,5 milyar orang, dan saat di Indonesia sendiri pengguna internet saat
ini sudah mencapai 175,4 juta orang, hal ini menunjukan bahwa pengguna internet
selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, sebagaimana di tahun 2020 ini mengalami
kenaikan sebanyak 17 % atau 25 juta orang dari tahun sebelumnya.
Melalui pesatnya pertumbuhan
pengguna internet dari tahun ke tahun baik di tanah air khususnya dan dunia
umumnya, maka tidak heran jika para Penceramah, Ustad, serta Mubaligh telah
melirik dan menjadikan internet sebagai sarana dakwah.
Setidaknya ada beberapa fasilitas internet yang telah digunakan dai
(Pendakwah) dalam menyebarkan risalah/pesan dakwah pada kalangan masyarakat saat
ini seperti:
1.
Blog
Blog adalah
kependekan dari Weblog. Seringkali blog digunakan untuk menyebut website
pribadi yang selalu diupdate (diperbaharui) secara terus-menerus dan berisi
link-link ke website lain yang dianggap menarik, dan disertai komentar-komentar
pemilik blog dan pengunjungnya.
Pada awal
kemunculannya, blog hanya digunakan untuk menulis catatan harian ataupun jurnal
pribadi secara online di internet. Bahkan tak jarang yang menggunakannya hanya
sekedar sebagai “Catatan Harian Online”. Topik bahasannya pun sesuai dengan
hobi atau minat blogger.
Namun
beberapa tahun terakhir blog mulai mengalami pergeseran fungsi dari sejak
pertama kali dikenal. Para blogger mulai menggunakannya untuk mempublikasikan
bisnis, koleksi foto, video, dan tak sedikit yang mulai fokus terhadap satu
objek informasi, misalnya agama, politik, web design, olah raga, kesehatan,
jurnalistik, psikologi dan sebagainya.
Sebagian
aktivis dan pegiat dakwah para da'i pun mulai memanfaatkan teknologi ini untuk
kemajuan dakwah. Sebagai contoh ketika kita mengetikkan “Blog Dakwah” di
google.com maka akan muncul 14.100.000 hasil pencarian dalam 0,47 detik.
Adapun keuntungan
melakukan kegiatan menyampaikan risalah dakwah melalui blog ini seperti,
memperluas dakwah, mempublikasikan kajian dakwah serta memperluas hubungan baik
antar sesam da’i maupun kepada mad’u/sasaran pendakwah (penerima).
2.
Email
Electronic Mail atau yang lebih dikenal dengan
e-mail secara bahasa adalah “surat elektronik”. Pada dasarnya konsep email
adalah seperti mengirim surat dengan pos biasa, hanya saja pengirim dan
penerima berada dalam jaringan internet, tidak di dunia nyata. Pengiriman email
pun sangatlah cepat. Hanya dalam hitungan detik seseorang sudah dapat menerima
dan mengirim email ke mana pun di dunia ini. File yang dapat dikirim pun
bermacam-macam, mulai program, video, audio, gambar, graphic, dan lain
sebagainya.
Oleh karenanya email merupakan salah satu
fasilitas yang paling banyak digunakan di Internet. Hal ini karena email
merupakan alat komunikasi yang paling murah dan cepat. Melalui email kita dapat
berhubungan dengan siapa saja yang terhubung ke internet di seluruh dunia
dengan biaya pulsa lokal. Bahkan pada masa sekarang email mampu menggeser
telepon dan fax.
Pengguna email di tahun 2018 lalu yang di lansir
dari Kompas.com dengan mengutip langsung dari akun twiter resmi milik @gmail
mengumumkan bahwa saat ini pengguna aktif gmail sudah mencapai 1,5 milyar.
Melalui hal demikian penggunaan email saat
sudah menjadi salah satu sarana dakwah bagi para da'i dalam mencampaikan
risalah dakwah kepada masyarakat dari semua kalangan baik yang tua maupun yang
muda.
3.
Facebook
Siapa yang tidak mengenal Facebook. Hampir semua
orang di dunia ini memiliki akun jejaring sosial buatan Amerika ini. Facebook
merupakan sebuah situs yang menghadirkan layanan jejaring sosial dimana para
penggunanya dapat saling berinteraksi dengan para pengguna lainnya yang berasal
dari seluruh penjuru dunia.
Dalam situs jejaring sosial ini, penggunanya dapat
mengunggah berbagai informasi mengenai dirinya, sehingga para pengguna facebook
lainnya dapat mengetahui informasi tersebut untuk lebih mengenal pemilik akun
tersebut. Tidak hanya itu, para pengguna akun facebook juga dapat saling
mengomentari berbagai hal seperti tulisan status ataupun informasi lainnya yang
mereka bagikan dalam situs jejaring sosial ini.
Facebook saat ini menjadi salah satu platform
sosial media yang paling banyak digunakan oleh orang di seluruh dunia. Pasalnya
platform sosial media buatan Mark Zuckerberg tersebut mampu bertahan dengan
sangat baik.
Jumlah pengguna bulanan Facebook saat ini yang di
lansir dari Kumparan.com telah mencapai 2,45 miliar, naik 1,65 persen dari 2,41
miliar pada kuartal kedua 2019. Sementara untuk pengguna aktif harian Facebook
mencapai 1,62 miliar, naik 2 persen dari 1,587 miliar pada kuartal sebelumya.
Sebagai salah satu media sosial, facebook tidak
hanya berfungsi sebagai hiburan maupun komunikasi antara keluarga atau teman.
Media sosial facebook saat ini bagaikan pasar malam yang banyak dikunjungi
semua orang dari segala lapisan. Bahkan, para pendakwah pun turut menyebarkan
syiar agama melalui akun media sosial ini.
Saat ini banyak sekali para ustad yang telah
menggunakan media sosial facebook ini untuk berdakwah, seperti Abdul Somad,
Khalid Basalamah hingga Gus Mus dan masih banyak lagi. Kepopuleran
konten-konten dakwah yang disajikan facebook sebagai media sosial ini oleh para
pemuka agama disebabkan terutama karena ada audience (pasar) yang memang
membutuhkan pengetahuan agama.
4.
Instagram
Saat ini, Instagram merupakan salah satu media
sosial populer di dunia, termasuk Indonesia yang memiliki berjuta anggota dari
beragam tipe akun media sosial. Awal kehadiran Instagram dirintis sebagai
aplikasi berbasis iOS, yang kemudian justru dipopulerkan dan dibesarkan namanya
oleh para pengguna Android.
Disusun dari dua kata, yaitu “Insta” dan “Gram”.
Arti dari kata pertama diambil dari istilah “Instan” atau serba cepat/mudah.
Namun dalam sejarah penggunaan kamera foto, istilah “Instan” merupakan sebutan
lain dari kamera Polaroid. Yaitu jenis kamera yang bisa langsung mencetak foto
beberapa saat setelah membidik objek. Sedangkan kata “Gram” diambil dari
“Telegram” yang maknanya dikaitkan sebagai media pengirim informasi yang sangat
cepat.
Instagram ini merupakan aplikasi yang digunakan
untuk membagikan foto atau vidio. Instagram merupakan suatu aplikasi media
sosial yang digunakan sebagai alat untuk mengambil foto atau gambar,
menerapkan filter digital
(pemberian efek pada
foto) serta membagikannya. Instagram memiliki sisi unik yaitu fitur
memotong foto menjadi persegi, sehingga sama seperti hasil kamera kodak
polaroid atau instamatic.
Seiring berjalannya waktu, semakin banyak pengguna
Instagram yang di gunakan sebagai wadah untuk membagikan foto atau vidio, sehingga para pendakwah pun tertarik
untuk membagikan pesan dakwahnya lewat
aplikasi ini. Penggunaan akun Instagram ini tidak hanya dikalangan para
pendakwah, melainkan juga dikalangan remaja milenial yang memiliki kesenangan
untuk mengaplikasiannya hanya untuk mencari hiburan atau mencari motivasi untuk
dirinya. Maka dengan begitu pesan dakwah dalam instagram sangatlah memiliki
peluang besar sebagai wadah motivasi serta hiburan bagi remaja milenial.
Tidak hanya menggunakan gambar saja, Instagram
juga bisa memposting video, akan tetapi video yang akan di post memiliki durasi
yang tidak terlalu panjang, sehingga tidak akan menimbulkan kebosanan terhadap informan.
Maka dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa Instagram memang sangatlah efektif
sebagai media untuk berdakwah yang digunakan para pendakwah saat ini.
5.
Whatsapp Messenger
WhatsApp Messenger merupakan salah aplikasi
instant messanging yang memiliki fitur gallery, contact, camera, audio,
location, file, document bahkan video. Aplikasi ini mempermudah interaksi
sosial dengan orang terdekat yang diinginkan dan menjadi sarana bertukar
pengetahuan serta wawasan antar pengguna WhatsApp Messenger.
Perkembangan WhatsApp Messenger sangat pesat sehingga menimbulkan pemanfaatan yang beragam. Berawal hanya untuk perpesanan menjadi penyebaran dakwah Islam. WhatsApp Messenger dimanfaatkan pengguna untuk media komunikasi, kepentingan pribadi karena efesien, efektif, memperkuat eksistensi informasi, bersifat persuasi, menghibur, kontrol sosial serta sebagai media komunikasi dakwah yang di banyak digunakan oleh para pendakwah saat ini.
Dakwah melalui WhatsApp Messenger dapat lebih
cepat mempengaruhi massa, karena penyebaran pesan bersifat cepat dan menyeluruh
kepada semua kalangan. WhatsApp Messenger sebagai media dakwah dapat memberi
informasi pengetahuan tentang kajian –
kajian Islam, mempengaruhi penerima dakwah agar teladan dalam kebijaksanaan,
melakukan ma’ruf/kebaikan sesuai ajaran Islam menjahui mungkar serta dapat
menjadi pendidikan penerima dakwah dimana yang sebelumnya belum tau menjadi tau
akan syariat Islam.
Mengingat hal demikian maka kita semua tau saat
ini betapa mudahnya risalah/pesan dakwah disampaikan kepada semua kalangan
masyarakat, hal ini karena whatsapp dipandang sangat mudah digunakan dan
efesien bagi semua lapisan masyarakat dalam melakukan interaksi antar sesama.
Untuk itu saat ini para pendakwah semakin giat menyampaikan pesa-pesan dakwah
melalui jejaring internet dengan aplikasi whatsapp ini.
Melalui beberapa media internet yang digunakan
oleh para pendakwah diatas, maka akan semakin mudah untuk kita mendapatkan
pengetahuan agama. Oleh sebab itu penggunaan teknologi komunikasi dan informasi
dalam menyampaikan risalah dakwah ini merupakan hal yang sangat baik untuk
terus digiurkan dan mesti kita dukung dengan sepenuh hati, agar pesan-pesan
dakwah bisa tersampaikan kepada semua lapisan masyarakat diseluruh penjuru
dunia tanpa mengenal batasa waktu dan jarak.
Dengan demikian, dakwah dalam menyebarkan ajaran Islam seperti kandungan Alquran, tauhid, ibadah, akhlak, dan sebagainya tidak lagi disampaikan secara manual-tradisional, akan tetapi secara modern-interaktif menggunakan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam berbagai bentuk yang tersedia di berbagai tempat di dunia global, disediakan oleh berbagai sumber dan dapat diakses dengan mudah, cepat, murah, dan dapat digunakan dalam kelas tradisional-modern maupun dalam kelas maya atau virtual.
Penggunaan jejaring internet melalui berbagai
media yang saat ini sudah digunakan oleh para pendakwah, merupakan hal yang
membawa angin segar bagi kita semua dalam mempelajari dan memahami ilmu agama
dengan mudah. Hal ini merupakan suatu cara
yang cukup efisien dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah.
Selain para pendakwah terus menggiatkan diri dalam
menyampaikan risalah dakwah, hal ini tentu sangat berdamapk positif bagi semua
kalangan masyarakat diseluruh penjuru dunia. Untuk itu saya mengajak kepada
kita semua agar terus mendukung kegiatan para pendakwah menyampaikan risalah
dakwah melalui jaringan internet ini.
Sebagaimana kita ketahui bahwa internet ini
merupakan alat yang kita gunakan sebagai manusia dalam melakukan berbagai
aktivitas keseharian kita di era digital masa kini. Pada awalnya internet
bersifat netral tergantung siapa pemakainya. Tidak dapat dipungkiri kemajuan
teknologi bak pisau bermata dua. Di satu sisi, keberadaan internet menjadi
sumber informasi yang positif seperti menjadi lahan dakwah bagi para dai. Namun
di sisi lain, terdapat sisi negatif penggunaan internet yakni dengan
meningkatnya angka degradasi moral. Oleh karenanya, dalam menghadapi derasnya
arus teknologi maka selayaknya kita harus pandai memilah dan memilih. Sikap
proporsional haruslah tetap dikedepankan.
Mudah-mudahan dengan para pendakwah memanfaatkan
teknologi yang canggih di era digital saat ini untuk menyamapaikan pesan-pesan
dakwah, pesan dakwah dapat sampai kepada objek dakwah yang kini sedang asyik berselancar
di dunia maya, sehingga ajaran Islam tidak hanya bisa dipelajari di madrasah,
masjid dan majelis taklim, tetapi juga dapat dipelajari di dunia maya yang kini
banyak dikunjungi umat Islam, terutama generasi muda penerus bangsa.
Harapannya, pesan Alquran dapat membumi
di era globalisasi ini. Semoga.
Marilah kita mendukung hal ini serta
berlomba-lomba menggunakan sarana yang telah Allah sediakan untuk mendapatkan
kebaikan baik kebaikan dunia maupun kebaikan akhirat.



