Ramadhan Kini dan Ramadhan Sebelumnya
Suasana Menyambut Ramadhan Yang Berbeda
Bulan Ramadan tahun ini akan dijalani dengan sedikit
berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Mengingat, pandemi Covid-19 masih
berlangsung di wilayah Indonesia, termasuk sekarang di Kota Lahat. Penyebaran
wabah bencana covid-19 ini memang sudah tidak terelakkan lagi, dan kini akan
mewarnai hari-hari di bulan suci Ramadhan.
Kaprawi Rahim, Lahat.
Semakin meningkatnya penyebaran wabah bencana
Covid-19 menjadi perhatian khusus oleh pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah
Kabupaten Kota, serta Majelis Ulama Indonesia dan masyarakat di seluruh
Indonesia. Pemerintahan Indonesia telah mengambil beberapa kebijakan untuk
memutuskan rantai penyebaran virus covid-19 ini. Untuk Mendukung kebijakan
Pemerintah, Majelis Ulama Indonesia mengambil kebijakan dengan mengeluarkan
fatwa untuk mentiadakan kegiatan ibadah sholat Jumat dan Taraweh di
masjid-masjid, dan menggantinya dengan beribadah di rumah saja.
Habibullah
Shalihin, SH, salah warga Kota Lahat sekaligus mantan
marbot di salah-satu masjid Kota curup, merasa penyambutan ramadhan tahun ini
berbeda dengan ramadhan tahun-tahun sebelumnya.
“Ramadhan
kali ini sangat berbeda dengan bulan ramadhan tahun-tahun yang telah lalu, biasanya
satu minggu sebelum ramadhan, kota lahat ini sudah tampak ramai” ungkapnya
Di Kota
Lahat ini menjelang satu minggu bulan suci ramadhan biasanya warga melakukan
ritual ziarah, dengan amalan-amalan ibadah. Seperti pembacaan surat yasin,
tahlil serta acara doa bersama menyambut kedatangan bulan suci ramadhan.
Tetapi
berbeda dari hal yang di harapkan warga Kota Lahat, menyambut kedatangan bulan
suci ramadhan tahun ini tidak boleh melakukan ritual ibadah seperti tahun-tahun
sebelumnya. Pasalnya, penyebaran wabah Virus Corona di wilayah Indonesia
semakin hari semakin banyak yang terinfeksi wabah Virus Covid-19 ini.
Disamping
itu, untuk mencegah penyebaran wabah Virus Corona yang semakin meluas ini,
Majelis Ulama Indonesia, telah mengeluarkan fatwa untuk tidak melaksanakan
kegiatan ibadah shalat Jumat dan shalat Taraweh di masjid pada bulan suci
ramadhan tahun ini. Hal ini dikarenakan untuk menghindari kegiatan berkerumun
serta berkumpul yang dapat menyebabkan penyebaran Virus Corona semakin cepat.
Alumni
Sarjana Hukum IAIN Curup ini, merasa bahwa ramadhan kali ini akan dijalani
sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Mengingat fatwa yang dikeluarkan
Majelis Ulama Indonesia yang melarang masyarakat, untuk melaksanakan ibadah
shalat Jumat dan shalat Taraweh di masjid.
“Shalat
Taraweh ini memang merupakan ibadah sunnah, tetapi pelaksanaannya di bulan
ramadhan tahun-tahun yang telah lalu selalu di masjid, dan dilaksanakan secara
berjamah, tapi kali ini karena wabah Virus Corona ini, jadi kita sholat di
rumah. Hal ini tentu merubah suasana bulan suci ramadhan seperti tahun-tahun
yang telah lalu.” Tambahnya
Meskipun
suasana kegiatan ibadah kita dilaraang didalam masjid, Habibbulah
mengatakan kita tetap mesti melakuakn
kegiatan ibadah di bulan suci ramadhan di rumah bersama keluarga. Serta tetap
menjaga kesehatan agar terhindar dari wabah Virus Corona ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar