BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Pemaparan Pelaksanaan
Dakwah
merupakan serangkaian perjuangan keagamaan yang selalu berkaitan dengan
aktivitas managerial secara professional untuk mempengaruhi, mengajak dan
menuntun manusia menuju kebenaran Islam. Dalam Al-Quran Allah berfirman: “Hai
anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan
cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang
menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan
oleh Allah.” (QS. Luqman: 17)
Kegiatan dakwah mendorong manusia untuk berbuat
lebih baik, merupakan suatu proses pengamalan terhadap ajaran agama yang di
sampaikan dengan tanpa adanya unsur-unsur paksaan dan dilakukan atas dasar
kesadaran akan kewajiban moral setiap individu muslim terhadap agamanya. Untuk
saat ini, situasi dan kondisi atau keadaan merupakan faktor yang sangat
mempengaruhi terbentuknya sikap manusia dalam amal ma’ruf nahi mungkar.
Mengenai hal itu, mahasiswa Program Studi
Komunikasi dan Penyiaran Islam Jurusan Dakwah Fakultas Ushuluddin, Adab dan
Dakwah Institut Agama Islam Negeri Bengkulu melaksanakan kegiatan yang
mendukung dalam hal tersebut. Salah satu kegiatan tersebut adalah Praktik Pengalaman
Lapangan (PPL) Dakwah Makro Mikro. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Dakwah
Makro Mikro merupakan salah satu bagian kegiatan Akademik mahasiswa yang penyelenggarannya
memadukan secara sistematis antara program pendidikan secara teori dengan
program keahlian yang diperoleh secara langsung melalui kegiatan praktik
lapangan untuk mencapai tingkat keahlian profesional dalam kegiatan dakwah.
Praktik
Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro merupakan mata kuliah keahlian yang
wajib diambil, dan merupakan salah satu tuntutan kompetensi bidang keahlian bagi
mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin,
Adab dan Dakwah IAIN Bengkulu. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah lanjutan
dari mata kuliah Retorika Dakwah yang telah dipelajari pada semester
sebelumnya. Mata kuliah Praktik Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro ini
memiliki bobot empat SKS yang tercatat
dan diperhitungkan dalam hasil studi secara akademik. Praktik Pengalaman
Lapangan Dakwah Makro Mikro ini dilaksanakan di luar kampus seperti, pengajian,
majlis ta’lim, masjid dan pondok pesantren.
Pada
tanggal 27 September 2019 mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
terdiri dari 12 orang yakni Kaprawi Rahim, Muhammad Yasin, Muhammad Fikri
Novendi, Reza Akbar Pratama, Ridho Fans Amelta, Afifa Fadilah, Siti Rahma
Zalika, Efri Dewi Fajaria, Henny Ayu Purwanda, Arumi Salsabila, Anexi Tutu
Putri, dan Annisa Alifia akan melaksanakan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan
Dakwah Makro Mikro di Masjid Al-Akbar Kelurahan Betungan Kecamatan Selebar Kota
Bengkulu, dalam hal ini diserahkan secara langsung oleh Ibu Rini Fitia,
S.Ag.,M.Si selaku Dosen Pembimbing Lapangan dan diterima secara baik oleh Bapak
Agus selaku Bilal Masjid Al-Akbar Kelurahan Betungan Kecamatan Selebar Kota
Bengkulu.
Kegiatan
Praktik Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro ini akan dilaksankan selama dua
bulan, terhitung dari tanggal 27 September 2019 sampai dengan tanggal 27
November 2019. Dalam kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro
mahasiswa melaksanakan kegiatan sesuai dengan program kerja yang telah
ditetapkan dan disepakati oleh Panitia, Peserta, Dosen Pembimbing Lapangan
serta Pengurus Masjid Al-Akbar. Setelah terhitung selama dua bulan melaksanakan
kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro di Masjid Al-Akbar Kelurahan
Betungan Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, pada tanggal 29 November 2019
dilaksankan penarikan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro
oleh Ibu Rini Fitria, S.Ag.,M.Si selaku Dosen Pembimbing Lapangan dan
diserahkan secara langsung oleh Bapak Rismin selaku Ketua Badan Pembangunan
Masjid Al-Akbar Kelurahan Betungan Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.
B.
Tujuan
Laporan
Adapun
tujuan laporan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro sebagai
berikut.
1.
Untuk memaparkan
kegiatan selama melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro.
2.
Meningkatkan
pemahaman mahasiswa tentang keadaan masjid Al-Akbar sebagai tempat kegiatan
Dakwah Makro Mikro.
3.
Sebagai
dokumentasi bagi mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam.
4.
Memenuhi
tugas akhir dalam kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro.
5.
Sebagai
bahan acuan untuk perbaikan dan penyempurnaan kegiatan Praktik Pengalaman
Lapangan Dakwah Makro Mikro yang akan datang.
C.
Sistematika Laporan
BAB
I Pendahuluan. Bab ini berisi tentang Pemaparan
Pelaksanaa, Tujuan Laporan, dan Sistematika Laporan
BAB
II Gambaran Umum Lokasi PPL Dakwah Makro Mikro.
Bab ini berisi tentang Sejarah Berdiri dan Perkembangan Lembaga, Sarana dan
Prasarana, Keadaan Jamaah, dan Struktur Organisasi.
BAB
III Program Kerja. Bab ini berisi
tentang Program Kerja Mahasiswa Praktik, Faktor Pendukung dan Penghambat
Program Kerja, Evaluasi Program Kerja dan Rekomendasi.
BAB
IV Penutup. Bab ini berisi tentang
Kesimpulan dan Saran.
BAB II
GAMBARAN UMUM LOKASI PPL DMM
A.
Sejarah Berdiri dan
Perkembangan Masjid Al-Akbar
Masjid Al-Akbar
Kelurahan Betungan Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, pada awalnya berdiri atas
dasar pemikiran Bapak Rismin yang pada waktu itu baru menjabat sebagai Ketua RW
02 Kelurahan Betungan. Selaku orang yang dituakan dilingkungan masyarakat Bapak
Rismin melihat dan menimbang perkembangan zaman dengan mencoba merumuskan
pemikiran serta keingianan melalui usaha memanfaatkan fasilitas lahan fasum
yang disediakan oleh pihak penyumbang dalam hal ini Perumahan Perumnas cabang
Bengkulu dengan ukuran ± 200 m2 untuk pembanguan Masjid Induk Kecamatan.
Melalui jabatan yang
diemban selaku Ketua RW 02 Kelurahan Betungan Bapak Rismin secara langsung
mengurus semua administrasi yang diperlukan untuk proses pembanguanan masjid
induk tersebut, baik kepada perumahan perumnas, masyarakat, donator, serta
pengajuan proposal ke luar lingkungan masyarakat untuk dapat berpartisifasi
dalam pembanguan masjid induk tersebut.
Melalui proses kerja
keras siang dan malam oleh panitia selama kurun waktu satu tahun, akhirnya
pembangunan masjid induk ini bisa terlaksana dan diterima masyarakat serta
pihak penyumbang. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua RW 02 Bapak
Rismin pada tanggal 13 Desember 2015 disaksikan oleh masyarakat serta para
pendukung pembanguan masjid induk tersebut. Pada kesempatan itu juga secara
langsung dibentuk kepengurusan masjid Al-Akbar untuk periode pertama.
Pada awalnya pembanguan
masjid ini berukuran 18x18 m, dalam kurun waktu empat tahun terakhir hingga
saat ini proses pembanguan masjid masih
terus berlangsung dan diperbesar menjadi 30x30 m. Saat ini masjid Al-Akbar bisa
menampung ±2000 orang jamaah. Seiring perkembangan pembanguan masjid Al-Akbar
Bapak Rismin mengajak ibu-ibu untuk membentuk Majlis Ta’lim serta membentuk
Remaja Islam Masjid pada tanggal 15 Desember 2018 untuk remaja dilingkungan
Kelurahan Betungan. Bapak Rismin melalui kerja sama dengan ibu Yurnida dan ibu
Ainun, S.Ag juga membentuk Diniyah Takmiliyah Awaliyah Al-Akbar untuk anak-anak
belajar ilmu agama.
B.
Sarana Prasarana
Sebagai lembaga yang
senantiasa digunakan untuk kegiatan ibadah bagi masyarakat kelurahan betungan
dan masyarakat umum, masjid Al-Akbar memiliki sarana prasarana yang cukup.
Untuk gambaran fasilitas yang dimiliki bisa dilihat dalam tabel berikut:
NO
|
FASILITAS
|
JUMLAH
|
1
|
Ampli Fale
|
2 Unit
|
2
|
Al-Qur’an
|
± 50 Buah
|
3
|
Yasin
|
± 150 Buah
|
4
|
Buku Perpustakaan
|
± 200 Buah
|
5
|
Ambal
|
± 80 Buah
|
6
|
Gedung Belajar Mengaji
|
1 Gedung
|
7
|
Kranda Jenazah
|
1 Unit
|
8
|
Vacum Cleaner
|
1 Unit
|
9
|
Tempat Pemandian Jenazah
|
1 Unit
|
10
|
Motor Roda Tiga
|
1 Unit
|
11
|
Lemari Kayu
|
1 Unit
|
12
|
Rak Etalase
|
3 Unit
|
13
|
Tabung Gas
|
1 Unit
|
14
|
Kompor
|
1 Unit
|
15
|
Kipas Angin
|
6 Unit
|
16
|
Teng Semprot
|
1 Unit
|
17
|
Kotak Amal
|
4 Unit
|
18
|
Gedung Marbot
|
1 Gedung
|
19
|
Rak Sepatu
|
1 Unit
|
20
|
Tedmon
|
1 Unit
|
21
|
Despenser
|
1 Unit
|
22
|
Kotak Sampah
|
2 Unit
|
23
|
Papan Informasi
|
3 Unit
|
24
|
Mimbar
|
1 Unit
|
25
|
Jam Dinding
|
2 Unit
|
26
|
Shond Sistem
|
2 Unit
|
C. Keadaan Jamaah
sebagai tempat ibadah
bagi masyarakat, masjid Al-Akbar Kelurahan Betungan ini mampu menampung ±2000
orang jamah. Akan tetapi dalam kegiatan rutinitas ibadah sholat lima waktu
tidak semua masyarakat bisa melaksanakan di masjid Al-Akbar ini. Pada umumnya
jamaah sholat lima waktu masjid Al-Akbar ini didominasi oleh masyarakat
setempat dengan kisaran bapak-bapak ±25
orang , Remaja ±10-15 orang dan ibu-ibu ± 5-10 orang.
Pada saat sholat jum’at
jamah yang hadir di masjid Al-Akbar ini kisaran 300-500 orang, tidak hanya itu
Jamaah masjid Al-Akbar ini juga aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan baik di
lingkungan masyarakat maupun di dalam masjid ini sendiri, seperti menghadiri
Peringatan Hari Besar Islam, Takziah ditempat warga yang meninggal, Pengajian
rutin anak-anak Remaja Islam Masjid dan lain-lain.
D.
Struktur Organisasi
Untuk mendukung kegiatan
ibadah yang baik di masjid Al-Akbar Kelurahan Betungan Kecamatan Selebar Kota
Bengkulu, maka dibentuk struktur kepengurusan masjid dalam bentuk tabel sebagai
berikut.
NO
|
NAMA
|
JABATAN
|
1
|
Yantordin, S.Sos
|
Ketua BKM
|
2
|
Aziz Sastrawan
|
Sekretaris
|
3
|
Al-Azhari
|
Bendahara
|
4
|
Iwan Zendri
|
Imam
|
5
|
Azzuri, S.Ag
|
Khotib
|
6
|
Hilmi
|
Bilal
|
7
|
Rismin
|
Ketua Pembangunan
|
8
|
Darusallam
|
Marbot
|
Untuk bagan struktur
kepengurusan masjid Al-Akbar Kelurahan Betungan Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
dapat dilihat pada halaman lampiran.
BAB III
PROGRAM
KERJA
A. Program Kerja Mahasiswa Praktik
Dalam
melaksanakan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro di masjid
Al-Akbar Kelurahan Betungan Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, ada beberapa
program kerja yang dijadikan sebagai bahan acuan bagi penulis, antara lain.
1.
Menggantikan
tugas mengajar Ustadzah di DTA Al-Akbar
Diniyah
Takmiliyah Awaliyah (DTA) Al-Akbar merupakan lembaga khusus bagi anak-anak
sebagai tempat belajar yang didirikan atas dasar pemikiran bapak Rismin yang
bekerja sama dengan ibu Yurnida dan Ibu Ainun, S.Ag. Pada dasarnya lembaga ini
bertujuan untuk mencerdaskan anak-anak di Kelurahan Betungan dalam hal ilmu
agama khususnya mengaji.
Kegiatan
belajar di lembaga Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) Al-Akbar ini dilakukan
lima hari dalam satu minggu, yakni Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Sabtu. Adapun
penulis menggantikan jadwal mengajar pada hari Rabu pukul 07.00-09.00 WIB, dengan
metode hapalan serta praktik secara langsung sesuai materi yang disampaikan.
2.
Mengikuti
kegiatan Yasinan setiap malam Jum’at
bersama RISMA
Remaja Islam Masjid (RISMA) Al-Akbar berdiri pada tanggal 15 Desember 2018,
saat ini Remaja Islam Masjid Al-Akbar memiliki 20 orang anggota aktif yang langsung dipimpin oleh ketua Dayu
Alvaro. Remaja Islam Masjid Al-Akbar ini sangat berperan dilingkungan
masyarakat.
Adapun yang menjadi kegiatan Remaja Islam Masjid ini ialah, pertemuan
setiap malam Jum’at dengan agenda membaca surat yasin, mengikuti acara
Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) di masjid seperti, Maulid Nabi, Isra’Mi’raj,
Tahun Baru Islam. Serta aktif dalam kegiatan di masyarakat seperti Takziah
ditempat orang yang meninggal.
Dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro penulis
juga ikut berperan mengikuti kegiatan yang diadakan Remaja Islam Masjid seperti
Yasinan setiap malam Jum’at, Rapat persiapan peringatan Maulid Nabi Muhammad
SAW dan lain-lain.
3.
Kebersihan
Masjid dan Sekitarnya
Melalui kesepakatan bersama antara Dosen Pembimbing
Lapangan dengan Peserta Praktik Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro kegiatan
kebersihan masjid termasuk dalam program kerja mahasiswa selama melaksankan
kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan yang dilakukan satu kali dalam dua minggu,
adapun penulis juga ikut berperan dalam kegiatan tersebut.
4.
Melaksanakan
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu acara besar
yang dilakukan setiap tahun, dalam hal ini mahasiswa peserta Praktik Pengalaman
Lapangan Dakwah Makro Mikro bekerjasama dengan anggota Remaja Islam Masjid
Al-Akabar mengadakan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal
11 November 2019.
Pada
dasarnya program kerja yang dijadikan dasar utama peserta Praktik Pengalaman
Lapangan Dakwah Makro Mikro lebih kepada kegiatan membantu mengajar di Diniyah
Takmiliyah Awaliyah (DTA) Al-Akbar. Dalam hal ini penulis dijadwalkan mengajar
pada setiap hari Rabu selama kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan Dakwah Makro
Mikro dilaksanakan.
B.
Faktor
Pendukung dan Penghambat Program Kerja
1.
Faktor
Pendukuung
a. Pengetahuan mahasiswa di bidang dakwah yang didapatkan
selama belajar di semester sebelumnya.
b. Fasilitas yang dimiliki mahasiswa peserta Praktik
Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro seperti, Handphone, Sepeda Motor dan
Laptop.
c. Kesediaan pengurus dan masyarakat di lingkungan masjid Al-Akbar
menerima peserta Praktik Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro.
d. Kerjasama yang baik antara mahasiswa peserta Praktik
Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro dengan Pembimbing Lapangan.
e. Adanya dukungan, bimbingan serta pengarahan Dosen
Pembimbing Lapangan dan Pembimbing lapangan dalam pelaksanaan Praktik
Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro.
f. Adek-adek Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) Al-Akbar yang
semangat dalam kegiatan belajar.
2.
Faktor Penghambat
a. Kegiatan perkulihan yang setiap hari pulang sore, membuat
penulis kelelahan dalam mengkuti kegiatan yasinan setiap malam Jum’at oleh
Remaja Islam Masjid (RISMA).
b. Lokasi Praktik Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro
yang jauh dengan penulis, membuat penulis membutuhkan banyak tenaga dan biaya
untuk bisa menuju lokasi Praktik Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro.
c. Kurangnya komunikasi dan kerjasama yang baik pengurus
masjid Al-Akbar, membuat penulis dan mahasiswa pesrta Praktik Pengalaman Lapangan
Dakwah Makro Mikro kurang mendapat perhatian serius oleh pengurus masjid.
d. Tidak adanya silabus pembelajaran, membuat penulis kesulitan
mengajar adek-adek Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) Al-Akbar.
e. Teknik penguasaan karakteristik adek-adek Diniyah Takmiliyah
Awaliyah (DTA) Al-Akbar yang masih kurang.
f. Adanya siswa yang membuat kegaduhan di dalam kelas,
sehingga mengganggu siswa lain yang ingin belajar.
C.
Evaluasi
Program Kerja
Proses
pelaksanaan program kerja peserta Praktik Pengalaman Lapangan Dakwah Makro
Mikro di masjid Al-Akbar Kelurahan Betungan Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, tentunya
banyak sekali berbagai kelemahan, hambatan serta kekurangan dalam pelaksanaan
Praktik Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro. Untuk itu penulis sangat
menyadari hal tersebut, maka dari itu melalui penulisan laporan ini penulis
memberikan evaluasi tersendiri dalam pelaksanaan program kerja selama
melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro.
Pertama,
dalam hal mengajar adek-adek Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) Al-Akbar, penulis masih banyak mengalami kekurangan dalam berbagai aspek seperti
penguasaan kelas, penguasaan karakteristk adek-adek yang masih kurang, serta
penguasaan materi belajar, untuk itu perlu adanya peningkatan usaha kerja keras
bagi penulis agar kedepan bisa maksimal dalam melaksanakan Praktik Pengalaman
Lapangan.
Kedua,
melalui kegiatan yasinan yang dilakukan setiap malam Jum’at oleh Remaja Islam
Masjid, penulis beberapa kali mengalami keterlambatan hadir karena faktor
tempat yang jauh, oleh karena itu penulis harus lebih ekstra dan datang lebih awal
dalam kegiatan yasinan yang dilakukan seminggu sekali oleh Remaja Islam Masjid
Al-Akbar.
Ketiga,
proses kebersihan yang disepakati bersama antara Dosen Pembimbing Lapangan,
Pembimbing Lapangan/Pamong serta peserta Praktik Pengalaman Lapangan Dakwah
Makro Mikro yang dilaksanakan dua minggu sekali, dalam hal ini penulis hanya
bisa berpartisifasi sekali selama kegiatan berlangsung karena faktor kegiatan
rutinitas mengaji di Laboraturium KPI, untuk itu penulis telah mengusulkan
pergantian hari dalam pelaksanaan kebersihan masjid tersebut.
Keempat,
acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksankan oleh peserta Praktik
Pengalaman Lapangan bekerjasama dengan Remaja Islam Masjid Al-Abar, banyak
sekali kesalahan yang terjadi seperti miskomunikasi antar pesrta Praktik
Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro, hal ini membuat penulis serta tim
kurang maksimal dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Untuk itu penulis telah
mengajak tim untuk selalu berkomunikasi dalam setiap kegiatan.
D.
Rekomendasi
Secara
rinci rekomendasi akan penulis paparkan dalam bab terakhir penulisan laporan
Praktik Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro, namun secara umum dalam
melakukan kegiatan Perakitk Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro mahasiswa peserta
Praktik Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro perlu meningkatkan kemampun
serta pengetahuan diri untuk mengembangkan kompetensi dibidang mengajar serta
berdakwah seperti, kemampuan menguasai karaktersitik pesrta didik, penguasaan
ilmu pengetahuan serta penguasaan psikologi peserta didik. Hal ini bertujuan
untuk memudahkan mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan Praktik Pengalaman
Lapangan.
Untuk
mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Agama Islam
Negeri Bengkulu yang nantinya akan melaksanakan kegiatan Praktik Pengalaman
Lapangan Dakwah Makro Mikro, diharapkan laporan ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam penguasaan peserta
didik, berinteraksi dengan masyarakat, komunikasi antar sesama peserta Praktik
Pengalaman Lapangan serta untuk pembuatan laporan akhir Praktik Pengalaman
Lapangan Dakwah Makro Mikro.
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Praktik Pengalaman Lapangan Dakwah
Makro Mikro (PPL DMM) merupakan wadah bagi mahasiswa untuk belajar berinteraksi
secara langsung kepada masyarakat. Melalui kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan
Dakwah Makro Mikro yang diselenggarakan Jurusan Dakwah ini mahasiswa bisa
memperkaya ilmu pengetahuan dibidang dakwah dan bermasyarakat.
Selain itu mahasiswa
memiliki kesempatan untuk bisa mengaplikasikan pengetahuan yang selama ini
didapatkan di bangku perkulihan secara teoritis ke dalam bentuk Praktik
Lapangan secara langsung. Dengan demikian, melalui kegiatan Praktik Pengalaman
Lapangan Dakwah Makro Mikro mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam dapat
memperoleh pengalaman-pengalaman yang berharga.
B.
Saran
Berdasarkan hasil kesimpulan
dari penyusunan laporan ini, maka terdapat beberapa hal yang dapat dijadikan
rekomendasi atau saran yaitu:
1.
Diharapkan pengurus masjid Al-Akbar Kelurahan
Betungan Kecamatan Selebar Kota Bengkulu bisa menjalin komunikasi dan kerjasama
yang baik dengan masyarakat untuk terciptanya keharmonisan dalam menjalankan
tugas sebagai pengurus.
2.
Dosen Pembimbing Lapangan diharapkan betul-betul
memberikan bimbingan dan arahan terhadap mahasiswa bimbinganya dengan cara
aktif melakukan kunjungan pada masjid tempat melakukan Praktek Pengalaman
Lapangan (PPL) Dakwah Makro Mikro.
3.
Diharapkan pada Pamong/Pembimbing Lapangan untuk
lebih memperhatikan serta memberi pengarahan yang jelas kepada peserta Praktik
Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro.
4.
Mahasiswa
hendaknya sejak dini telah
mempersiapkan secara matang segala kebutuhan dan keperluan pada saat akan
melaksanakan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan Dakwah Makro Mikro.
Mantap banget
BalasHapusMantap bang
BalasHapusterima kasih
Hapus